The Slim Shady LP, Album yang Mengubah Hidup Eminem (PART II)

The Slim Shady LP, Album yang Mengubah Hidup Eminem (PART II) – Hasilnya bisa diprediksi: Infinite gagal total, baik secara kualitas maupun penjualan.

Album Infinite dipandang kelewat kaku dan masih mengeksplorasi tema-tema yang biasa diangkat hip-hop. Pendek kata, Infinite tak istimewa.

Kegagalan itu membikin Eminem limbung dan sempat mendorongnya untuk bunuh diri. Namun, masa kelam ini tak berlangsung lama. Pada 1997, Eminem mencoba bangkit.

Ia memulai semuanya dari nol: menjelajah kamus untuk mencari kata-kata yang berima, hingga menghabiskan lebih banyak waktu di studio.

“Orang itu adalah tikus studio,” terang Terry Simaan, pemilik Oh Trey 9, salah satu label hip-hop paling berpengaruh di Detroit.

“Ia bisa menghabiskan 12 sampai 15 jam per harinya di studio.”

Militansinya itu mampu menghasilkan enam lagu. Tak dinyana, keseluruhan materi yang diciptakannya menarik perhatian Dr. Dre, personel N.W.A

sekaligus pemilik label Aftermath. Dr. Dre pun bersedia memproduseri sebagian materi yang dibikin Eminem.

Kontrak rekaman lantas ditandatangani oleh Eminem, Aftermath, dan juga Interscope.

Baca Juga : The Slim Shady LP, Album yang Mengubah Hidup Eminem (PART I)

Album Frontal

Di album ini, ia menggunakan alter ego bernama Slim Shady. Berbeda dengan album sebelumnya yang terkesan “main aman”, di Slim Shady, Eminem lebih dinamis, akrobatik, angkuh, dan yang paling penting, frontal.

Ia, misalnya, dengan bangga memberi tahu kepada pendengar bahwa ia merokok ganja, menyetir dalam keadaan mabuk, hingga menyebut sang ibu tidak cukup diberkahi untuk menyusuinya.

Lagu-lagu Slim Shady adalah gambaran bagaimana imajinasi Eminem bergerak dengan liarnya serta menerabas batas-batas norma yang ada.

Ia merupakan gabungan dari komedi dan satir, yang melukis potret seorang pria—Eminem sendiri—yang sudah merasa lelah (atau mungkin muak?) dengan kehidupan.

Lewat Slim Shady, Eminem seperti ingin mengolok-olok banyak hal. Di “Role Model”, contohnya, Eminem menolak gagasan rapper sebagai pahlawan.

Lalu, lewat “Rock Bottom” Eminem berbicara tentang uang, ketenaran, serta perempuan.

Baca Juga : Kisah kehidupan Adele, Artis Penyanyi Dan Penulis Lagi Asal London (PART I)

Tapi, di luar itu, Eminem bisa juga menjelma menjadi karakter yang ganas dalam mengumbar kata-kata.

Anda bisa menyimaknya dalam “’97 Bonnie & Clyde”, ketika Eminem menjelaskan kepada putrinya bahwa ia baru saja membunuh ibunya dan membuang tubuhnya ke sungai.