The Slim Shady LP, Album yang Mengubah Hidup Eminem (PART I)

The Slim Shady LP, Album yang Mengubah Hidup Eminem (PART I) – Publik Amerika Serikat mengenal Detroit sebagai kota yang—mengutip pepatah lama—mati segan, hidup pun tak mau.

Bangkrutnya industri motor dan pasar perumahan yang menopang kota ini hampir beberapa dekade lamanya adalah dua penyebab utamanya.

Imbas dari kolapsnya perekonomian begitu terlihat di berbagai sudut kota. Di jalanan Warren, wilayah pinggiran, misalnya, Anda akan menjumpai deretan toko, hotel, hingga bar yang sudah tak terurus.

Alih-alih berfungsi sebagaimana mestinya, tempat-tempat tersebut justru jadi lahan hunian para gelandangan dan imigran.

Sementara perekonomian masih belum menunjuKkan tanda-tanda perbaikan, banyak masyarakat Detroit yang lantas mengandalkan bisnis prostitusi dan obat-obatan terlarang.

Demi menjaga dapur rumah tetap mengepul. Masa depan Detroit pun semakin bertambah gelap.

Baca Juga : Mengenal Lebih Dekat Dengan Rihanna Wanita kelahiran Saint Michael (PART III)

Tapi, segala kegelapan dan kemuraman itu bisa juga jadi inspirasi. Sekitar dua dekade silam, pemuda lokal bernama Marshall Bruce Mathers III.

Memutuskan untuk mengubah hidupnya lewat hip-hop—hasilnya begitu luar biasa. Kelak, publik mengenal pemuda tersebut dengan identitas Eminem.

Dan semuanya bermula dari album The Slim Shady LP yang hari ini, tepat 20 tahun lalu, dilepas untuk khalayak ramai.

Diawali dengan Kegagalan

Hidup di kota yang penuh keputusasaan mendorong Eminem memberontak. Musik hip-hop dipilih sebab ia paham bahwa hanya dengan musik inilah kegelisahannya dapat meluncur bebas.

Ia bisa membungkus musiknya dengan humor, juga bisa membalutnya dengan sarkasme.

Di lain sisi, hip-hop dipilih karena Eminem punya ambisi mendobrak pakem—orang kulit putih tak bisa jadi rapper yang bagus.

Pada awal kemunculannya, lagu-lagu Eminem banyak bertutur tentang kehidupan masa kecilnya.

Baca Juga : Kisah Hidup Celine Dion Bakal Diangkat Jadi Film

Secara spesifik: ia mengutuk kondisi keluarganya yang miskin, juga hubungan dengan orangtuanya yang disfungsional.

Debut karyanya terjadi pada 1996, ketika ia masih bekerja serabutan sebagai pencuci piring demi memenuhi biaya hidup anak perempuannya.

Album debutnya diberi judul Infinite, didistribusikan secara independen oleh label kecil di Detroit yang dijalankan Mark dan Jeff Bass.