Tersenyum Setelah Tusuk Wajah Ibunya 48 Kali, Isabella Guzman Bebas Jadi Tahanan, Kok Bisa?  (PART III)

Tersenyum Setelah Tusuk Wajah Ibunya 48 Kali, Isabella Guzman Bebas Jadi Tahanan, Kok Bisa?  (PART III) – Tak dipenjara

Wanita yang kini sudah berusia 25 tahun itu divonis tak bersalah saat di pengadilan Colorado.

Dia dikirim ke Rumah Sakit Pemerintah di Pueblo untuk menjalani perawatan kejiwaan alih-alih dikirim ke penjara.

Penuturan dr Richard Pounds yang merawat Isabella, ia menyebut jika Isabella didiagnosa mengalami

“Dia sering menatap ke ruang hampa, lalu bicara dengan seseorang yang tidak terlihat, dan dia tertawa sendiri,” kata dr Richard.

Baca Juga : Tersenyum Setelah Tusuk Wajah Ibunya 48 Kali, Isabella Guzman Bebas Jadi Tahanan, Kok Bisa? (PART I)

Dalam laman denver.cbslocal.com, dokter yang menangani Isabella Guzman turut memberikan kesaksian.

Dokter bersaksi jika Isabella Guzman tak percaya jika ibu kandungnya tersebut yang ia bunuh.

Ia berdelusi jika ibu kandungnya itu adalah sosok wanita yang bernama Cecelia dan diyakini perlu dibunuh untuk menyelamatkan dunia.

“Kami menghukum orang yang membuat keputusan untuk melakukan kesalahan ketika mereka tahu lebih baik dan mereka bisa melakukan sesuatu yang berbeda.

Dan dalam kasus khusus ini saya yakin, berdasarkan bukti yang saya lihat dan informasi yang telah disajikan di pengadilan, bahwa wanita ini tidak tahu benar dan salah dan dia tidak bisa bertindak berbeda dari yang dia lakukan.

Baca Juga : Tersenyum Setelah Tusuk Wajah Ibunya 48 Kali, Isabella Guzman Bebas Jadi Tahanan, Kok Bisa?  (PART II)

Mengingat signifikansi skizofrenia dan delusi paranoid, halusinasi visual yang dapat didengar yang dia alami. Saya yakin akan hal itu dan saya merasa demi keadilan saya harus mengambil langkah-langkah ini,”kata George Brauchler, Jaksa Wilayah, Distrik Yudisial ke-18.

Brauchler mengatakan, Isabella Guzman akan tatap di rumah sakit jiwa hingga ia tak lagi menjadi ancaman bagi komunitas dan dirinya sendiri.

Isabella Guzman juga kemungkinan besar akan berada di rumah sakit jiwa selama sisa hidupnya berlangsung.