Seorang ayah, anak, dan seekor kuda

Seorang ayah, anak, dan seekor kuda – Suatu siang, seorang ayah,anak, dan kudanya dalam perjalanan menuju ke desanya.

Untuk kembali ke kampung halamannya, mereka harus melewati 4 desa.

Sang ayah saat itu sedang menunggang kuda dan anaknya menuntun kuda di depannya. Merekapun memasuki desa yang pertama.

Di sepanjang perjalanan, penduduk desa melihat mereka dan berkomentar satu sama lain

“Bapak itu tidak tahu kasihan, apa ia tidak kasihan dengan anaknya yang berjalan kaki, sementara dia sendiri enak-enakan duduk di atas kuda…..”.

Begitulah yang terjadi di sepanjang perjalanan dan akhirnyapun mereka keluar dari desa pertama.

Baca Juga : Sebuah Pelajaran dari Pakis dan Bambu

Di tengah perjalanan menuju desa kedua, sang ayah turun dari kudanya dan kemudian mengangkat anaknya dan mendudukkannya di atas kuda. Dan merekapun memasuki desa yang kedua.

Di sepanjang perjalanan desa kedua tersebut, warga yang melihat mereka saling berkomentar “Kurang ajar sekali itu anak, ayahnya yang lebih tua dibiarkan berjalan kaki sedangkan dia sendiri enak-enakan duduk di pelana kuda.

Dasar anak tidak berbakti ……….” Begitulah komentar miring yang dibisikkan antar warga. Dan selang waktu kemudian akhirnya batas akhir desa kedua sudah dicapai.

Setelah keluar dari desa kedua, sang ayah langsung naik ke atas kuda dan mereka berdua bersama-sama menunggang kuda memasuki desa ketiga.

Di desa ketiga, penduduk desa berkomentar saat melihat mereka “Orang-orang itu kejam sekali. Masak satu kuda harus menanggung beban dua orang.

Baca Juga : NIKMATILAH KOPINYA ,… BUKAN CANGKIRNYA!

Apa mereka tidak kasihan dengan kuda mereka……..” Begitulah komentar-komentar yang didapat dari desa ketiga. Dan akhirnya desa ketigapun telah dilewati.

Saat hendak memasuki desa yang keempat, sang ayah berkata kepada anaknya “nak, kita jalan kaki saja ya.”

Dan si anak itupun setuju, dan mereka bersama-sama menuntun kuda memasuki desa yang keempat.

Di desa keempat, saat warga melihat mereka, merekapun berkomentar “Idih, pelit sekali keluarga itu, mereka sudah punya kuda tapi tidak digunakan.

Apa mereka takut kalau kudanya akan rusak atau cacat kalau ditunggangi.

” Komentar-komentar seperti itulah yang didapat hingga mereka meninggalkan desa yang keempat. Dan merekapun akhirnya …. sampai di rumah dengan selamat .