PRIA SEJATI BERSIKAP RENDAH HATI (PART IV)

PRIA SEJATI BERSIKAP RENDAH HATI (PART IV) – Bila saya langsung menghukumnya, orang tuanya akan berpikir.

Bahwa istri barunya membawa sial kepadanya dan karenanya akan mencaci dan memukulinya setiap siang dan malam, membuatnya sulit bertahan hidup.

Pejabat masih akan dihukum untuk kesalahannya. Tetapi penundaan tidaklah bertentangan dengan hukum.”

Dalam Buku Sikap (Li Ji) dikatakan, “seorang pria sejati tidak membesar-besarkan maupun membanggakan prestasinya.

Ia hanya menceritakan fakta-fakta apa adanya”. Dikatakan lagi, “seseorang seharusnya memuji perbuatan baik dan prestasi orang lain,

menghargai dan memperlakukan mereka dengan hormat”.

Baca Juga : PRIA SEJATI BERSIKAP RENDAH HATI (PART III)

Juga dikatakan, “karenanya, walaupun seorang pria sejati bersikap rendah hati, orang-orang dengan sendirinya akan menghormatinya”.

Ada sebuah pepatah Tionghoa, “langit di atas tidak berkata ia tinggi, namun ia memang tinggi. Tanah di bawah tidak berkata ia menjurus ke dalam, namun ia memang menjurus ke dalam”.

Banyak orang sangat congkak. Mereka suka membanggakan diri dan selalu khawatir orang lain tidak mengetahui betapa cakapnya mereka.

Sesungguhnya mereka sama sekali tidak cakap. Orang yang sungguh berpengetahuan dan bersikap tidak pernah mencoba menunjukkan dirinya.

Bila seseorang sungguh cakap, orang lain akan mengenali dengan sendirinya tanpa orang tersebut berkata sesuatu.

Orang Tionghoa berkata, “Bunga Plum selalu berdiam diri. Namun orang-orang terpesona dengan keindahannya. Begitu banyak orang membelokkan langkah kaki, mendekat untuk memandangnya”.

Baca Juga : Cerita Putri Petani dan Rentenir (Asah Pikiran dan Logika)

Cao Bin bukan saja berbakat, tetapi juga memiliki banyak budi jasa. Ia seorang pria sejati yang bersikap rendah hati, pemaaf dan toleran terhadap orang lain.

Pada saat ia wafat, Kaisar Zhenzong dari Dinasti Song sangatlah sedih dan menangis. Setiap kali beliau bicara tentang Cao dengan para pejabatnya, kaisar menjadi terisak-isak.

Setelah kematiannya, kaisar memberikan Cao gelar bangsawan Adipati Jiyang. Ia dan Perdana Menteri Zhao Pu keduanya memperoleh tempat terhormat di Kuil Kaisar Taizong.

Ia secara luas juga dianggap sebagai seorang jenderal besar.