PRIA SEJATI BERSIKAP RENDAH HATI (PART III)

PRIA SEJATI BERSIKAP RENDAH HATI (PART III) – Sebelum Cao Bin memimpin tentara ke selatan, kaisar pernah berkata.

Bahwa beliau akan mengangkatnya menjadi perdana menteri bila Cao berhasil menaklukkan Dinasti Tang Selatan.

Karena itu setelah wakilnya, Pan Renmei segera memberi selamat kepada Cao karena akan menjadi perdana menteri yang akan datang.

Cao Bin tertawa lembut dan berkata, “bukanlah demikian. Saya hanyalah memenuhi kewajiban.

Kita dapat meraih kemenangan hanya karena karunia langit dan strategi militer yang istana telah kembangkan sebelumnya.

Jasa apa yang telah saya buat? Saya bahkan tidak pantas memperoleh jabatan itu.”

Walaupun Cao Bin memegang jabatan tinggi, ia sama sekali tidaklah kaya. Ia memberikan sisa gajinya kepada saudara-saudaranya.

Baca Juga : PRIA SEJATI BERSIKAP RENDAH HATI (PART I)

Buku Rekor Dinasti Song menggambarkannya sebagai berikut, “setelah memadamkan pemberontakan dua negeri (Shu dan Tang Selatan), ia tidak mengambil satu sen pun.

Ia seorang jenderal dan perdana menteri, tetapi tidak pernah berpikir ia seorang yang istimewa karena jabatannya”.

Ketika mengabdi pada istana kerajaan, ia tidak pernah melawan kehendak kaisar, juga tidak pernah membahas kekurangan orang lain.

Ketika di perjalanan, ia selalu memerintahkan juru mudinya untuk menjalankan keretanya di tepi jalan dan membiarkan kereta perwira lainnya berlalu lebih dahulu, bahkan bila pejabat tersebut berpangkat jauh lebih rendah darinya.

Ia tidak pernah memanggil bawahannya langsung dengan nama untuk menunjukkan rasa hormatnya kepada mereka.

Bila bawahannya menghadap untuk melapor, ia selalu mengenakan pakaian dan topinya dengan cermat sebelum menemui mereka.

Baca Juga : PRIA SEJATI BERSIKAP RENDAH HATI (PART II)

Ia memperlakukan bawahannya dengan toleransi yang besar, pertama – tama selalu memposisikan dirinya dalam situasi mereka.

Ketika ia menjadi pejabat di Xuzhou, satu dari bawahannya membuat kesalahan dan hukuman cambuk beberapa kali dijatuhkan kepadanya.

Tetapi Cao memerintahkan untuk menunda hukuman selama setahun. Rakyat tidak mengerti, mengapa ia lakukan hal itu.

Cao menjelaskan, “saya mendengar pejabat ini baru menikah.