Kisah Kelam Kehidupan Jackie Chan, dari Prostitusi hingga KDRT Warnai Keluarganya (PART II)

Kisah Kelam Kehidupan Jackie Chan, dari Prostitusi hingga KDRT Warnai Keluarganya (PART II) – Sayangnya, karir Jackie sebagai aktor muda kurang begitu bagus.

Hal ini membuatnya terpaksa bersedia tampil telanjang di film komedi yang menampilkan adegan seks, “All in the Family” (1975).

Film tersebut merupakan film pertama sekaligus film terakhirnya sebagai aktor yang bersedia beradegan intim.

Bahkan dalam film “All in the Family”, Jackie sama sekali tak menunjukkan kebolehannya dalam hal bela diri.

Merasa perjalanan karirnya tersendat-sendat, Jackie memutuskan untuk menyusul keluarganya di Canberra.

Dia kemudian meneruskan pendidikannya di Dickson College dan bekerja sebagai pegawai konstruksi.

Baca Juga : Kisah Kelam Kehidupan Jackie Chan, dari Prostitusi hingga KDRT Warnai Keluarganya (PART I)

Pengalamannya sebagai pekerja bangunan akhirnya justru membawa Jackie mendapatkan nama panggungnya.

Penemuan itu bermula saat dia bersahabat dengan sesama tukang bangunan bernama Jack. Persahabatan itu membuatnya mendapat julukan Little Jack alias Jackie.

Nama itulah yang akhirnya dipakai Jackie sebagai nama panggung dan mengantarkannya menjadi aktor yang sukses.

Hal ini terbukti saat Jackie mendapat tawaran untuk bermain film Hong Kong terkenal tak lama setelah dia mengganti nama, “Snake in the Eagle’s Shadow” (1978).

Kepiawaian Jackie berakting sekaligus unjuk keahlian kung fu di film tersebut menyita perhatian para penggemar film Hong Kong.

Baca Juga : Diberi ‘Vonis Mematikan’, Paul Bettany Diselamatkan Oleh Vision

Kesuksesannya itu membuat Jackie terpilih untuk membintangi film legendaris “Drunken Master” (1978).

Masa-masa keemasan sebagai aktor pun dialami Jackie. Setelah sukses sebagai aktor film Hong Kong, Jackie mulai merambah dunia film Hollywood.