Khong A Djong Pendekar Besar Asli Semarang (PART III)

Khong A Djong Pendekar Besar Asli Semarang (PART III) – Tak lama kemudian beliau menikahi gadis tetangga nya yang bernama Auw Yang Ien Nio. Setelah menikah, kedua nya mencoba hidup mandiri menetap di kampung Brondongan,(rumah beliau saat ini masih ada)

Di kampung Brondongan ini KAD memulai berbisnis kecil-kecilan dari berdagang koran hingga akhir nya berbisnis pala wija dan rempah pengobatan Tiongkok, ilmu yang di peroleh dari Wong Fei Hung..

Sejak tahun 1936 KAD aktif ikut dalam perkumpulan Hoo Hap Hwee (yang kala itu masih berada di jl Plampitan)

Baca Juga : Khong A Djong Pendekar Besar Asli Semarang (PART II)

Di Hoo Hap ini KAD mengajarkan kungfu nya pada generasi muda dan para aggota Hoo Hap sendiri tentu nya.

Hingga berdirilah Zheng Zhen Shaolin Pai (kemudian berkembang menjadi perguruan Hasta Harapan di kemudian hari,KAD sebagai guru besar nya).

Karena keahlian nya KAD di hormati sebagai salah satu sesepuh Hoo Hap Hwee hingga kini.

Pada dekade 40an akhir, KAD harus membanting tulang karena keadaan negara yang sedang kacau balau, dan KAD yang kurang lancar berbahasa Indonesia cukup menghambat kegiatan bisnis dan keseharian nya.

Dari hasil kerja nya sebagai penjual koran, dan pertunjukan atraksi kungfu nya (kadang d depan Klenteng Tay Kak Sie,dll) KAD belajar bahasa indonesia, hingga nanti nya memudahkan beliau dalam beraktifitas sehari hari.

Baca Juga : Biodata Valentino Rossi, Sang Juara MotoGP, Punya Ritual Khusus Sebelum Balapan (PART III)

Suatu waktu kota semarang dan sekitar pantura timur (Pati, Juwana) di gemparkan dengan berita, seorang pedagang palawija menghajar kawanan perampok dengan senjata, pedagang itu tak lain adalah Khong A Djong. Konon cerita nya sempat masuk pemberitaan di koran lokal.