James Harden Lampaui Batas Kesulitannya Untuk Menjadi Bintang Di NBA (PART II)

James Harden Lampaui Batas Kesulitannya Untuk Menjadi Bintang Di NBA  (PART II) – Terkadang saya merasa bersyukur James mengidap asma sehingga tidak pernah betah berada di luar dalam waktu yang lama,” ucap Monja Willis.

Namun, penyakit itu justru yang membuat pria yang lahir pada 26 Agustus 1989 itu kesulitan bermain basket. Sejak kecil, James Harden memang sudah jatuh hati pada basket.

Dari kecil, dia sudah bercita-cita menjadi pebasket NBA. Kecintaan itulah yang membuatnya masuk ke tim basket Artesia High School.

Sayang penyakit asma membuatnya tampil biasa-biasa saja sehingga tidak pernah masuk pilihan utama tim basket sekolah itu.

Namun, dia selalu percaya suatu saat dia akan mampu mewujudkan mimpinya menjadi pebasket NBA.

Sampai suatu hari, begitu terbangun pada pagi hari James Harden langsung bergegas bangun.

Dia kemudian menuliskan sebuah permintaan di atas kertas yang kemudian dia tempel di kulkas.

“Bangunkan saya tiap hari jam tujuh pagi. Kalau bisa pinjamkan saya uang untuk berlatih. Saya akan jadi bintang.” Begitu tulisannya.

Baca Juga : James Harden Lampaui Batas Kesulitannya Untuk Menjadi Bintang Di NBA (PART I)

Sejak tulisan itu dibuat, James Harden berlatih lebih keras lagi. Setiap bangun jam tujuh pagi, dia langsung bergegas berlari dan latihan basket hingga akhirnya waktu masuk sekolah tiba.

Begitu terus setiap hari tanpa henti. Hasil tidak akan mengkhianati kerja keras. Terbukti latihan tanpa henti yang dilakukan James Harden membuat kemampuannya meningkat tajam.

Dia jadi sosok yang berbeda dibandingkan sebelumnya. Kali ini dia juga memahami bagaimana cara bermain basket yang cocok buatnya. Dia memang tidak seeksplosif James LeBron atau segesit Stephen Curry.

Dia tidak sering melakukan slam dunk, alih-alih senang melakukan drive dan lay up ke ring basket. Dia juga lihai dalam menembak jarak jauh.

Kemampuan inilah yang mengantarkan James Harden jadi sosok yang instrumental bagi Artesia High School.

Tidak heran setelahnya berbagai universitas terkenal berlomba-lomba mengincarnya. Pada akhirnya James Harden berlabuh ke Arizona State University.

Baca Juga : Mengenal Stonefish : Ikan Paling Beracun yang Pernah Ada

Bersama Arizona State University, James Harden lebih bersinar lagi.

Wajah James Harden bahkan dijadikan sampul majalah Sports Illustrated , di mana ini jadi hal yang sangat jarang terjadi pada pebasket kuliahan.

Pada 2009 James Harden akhirnya mampu mewujudkan cita-citanya masuk ke NBA. “Hingga kini, saya masih menyimpan tulisan di kertas itu.