Jalan Panjang Kawhi Leonard Menjadi yang Terbaik (PART III)

Jalan Panjang Kawhi Leonard Menjadi yang Terbaik (PART III) – Ini berat bagi para pemain San Diego, karena mereka harus menjalani latihan berat.

Maka Vasquez akan mendatangi kamar para pemain pada pukul ½ 8 pagi, untuk memastikan bahwa mereka tak terlambat masuk ke dalam kelas.

Namun, ia tak pernah menemukan Kawhi ada di dalam kamarnya: Kawhi ternyata selalu berada di tempat latihan untuk berlatih rebound sendirian sebelum masuk ke dalam kelas.

Baca Juga : Jalan Panjang Kawhi Leonard Menjadi yang Terbaik (PART II)

Meski ambisi Kawhi masuk golongan pemain basket terhebat amat benderang, dan perlahan terwujud, tidak demikian dengan karakternya.

Menurut Ben Cohen dan Andrew Beaton, Kawhi nyaris tidak pernah menunjukkan emosinya. Ia seperti robot, berdarah dingin.

“Barangkali, pada era di mana para pemain terbaik memiliki kepribadian besar, Kawhi adalah seorang introvert yang tidak punya kepribadian,” tulis mereka.

Cohen dan Beaton kemudian melengkapi pendapatnya itu dengan data. Dalam tiga musim terakhir, mereka menganalisis 254 tembakan yang dilakukan Kawhi pada 3 menit terakhir pertandingan.

Tembakan itu bisa jadi tembakan kunci untuk memenangkan pertandingan.

Baca Juga : Chris Hemsworth Merasa Beruntung Syuting di India dan Thailand, Mengapa?

Namun dari 78 persen tembakannya itu, Kawhi ternyata tak mengeluarkan ekspresi apa pun setelah berhasil melakukannya. Tak ada lonjakan kegembiraan, tak ada histeria. Kawhi tetap dingin seperti es.

Toronto Berani Mengambil Risiko

Kawhi memulai petualangannya di NBA bersama San Antonio Spurs pada 2012 silam. Kala itu dia bukan siapa-siapa, masih berada di bawah bayangan Tim Duncan, Manu Ginobili, serta Tony Parker.