Ini Penyebab Harimau Sumatera Serang Manusia (PART II)

Ini Penyebab Harimau Sumatera Serang Manusia (PART II) – Dengan demikian, raja hutan ini tidak keluar dari hutan habitatnya untuk mendapatkan makanan termasuk memasuki perkampung penduduk.

“Kita minta petani mulai saat ini, menghentikan perburuan babi hutan di kawasan hutan yang menjadi habibit harimau Sumatera.

Ini dilakukan agar populasi babi hutan tidak berkurang, sehingga raja hutan tidak kekurangan makanan,” ujarnya.

Terkait keberadaan populasi harimau Sumatera di Bengkulu, Donal Hutasoit mengatakan, pihaknya tidak bisa mengetahui secara pasti jumlah harimau Sumatera yang ada di hutan daerah ini.

Namun, untuk sekarang ini sebaran harimau Sumatera di Bengkulu, tidak hanya berada di dalam kawasan hutan, tapi keberadaan harimau Sumatera juga sudah berada di luar kawasan konservasi atau diareal tidak berhutan.

Baca Juga : Ini Penyebab Harimau Sumatera Serang Manusia (PART I)

Hal inilah yang menyebabkan harimau Sumatera di Bengkulu, sering muncul di perkampungan warga, serta masuk ke areal perkebunan masyarakat.

BKSDA Bengkulu mengimbau masyarakat jika melihat ada harimau Sumatera berkeliaran di sekitar perkampung penduduk, segera melaparkan ke BKSDA setempat, sehingga raja hutan tersebut segera di usir kembali ke hutan habitatnya.

Selain itu, BKSDA Bengkulu akan menangkapnya dengan memasang kerangkeng besi di sekitar tempat munculnya harimau Sumatera tersebut. Hal ini sering dilakukan BKSDA Bengkulu dalam mengatasi harimau Sumatera masuk ke wilayah penduduk.

Baca Juga : Kisah Hidup Dwayne ‘The Rock’ Johnson: Dari Football, Gulat Hingga Aktor Kelas A (PART II)

Sebab, masih sering harimau Sumatera muncul di wilayah perkampungan warga, seperti di Kabupaten Seluma dan daerah lainnya di Bengkulu, kata Kepala BKSDA Bengkulu.