DUA LIPA, DARI PINTU KLUB MALAM KE PANGGUNG DUNIA (PART III)

DUA LIPA, DARI PINTU KLUB MALAM KE PANGGUNG DUNIA (PART III) – Saat itulah aku merasa seperti mendapat panggilan untuk keluar (resign), oke aku keluar,” tutur Lipa dalam laporan glamourmagazine.

Meski begitu dari sanalah justru dia memiliki cukup inspirasi untuk lirik baru. “Drama setiap malam, sisi gelap kehidupan malam.

Mereka menjadi sesuatu yang menginspirasi saya dalam menulis (lagu),” kata Lipa seperti mengutip laman kosovo-info.

Menggambarkan Musiknya Sendiri sebagai “Dark Pop”

Meski memiliki kisah yang pilu sebagai penjaga pintu klub malam. Namun langkahnya menjadi penyanyi dunia tidak dipungkiri bahwa lipa dari masa kecilnya.

Telah mengeyam pendidikan di Sekolah Teater Sylvia Young. Ditambah lagi, ayahnya adalah Dukagjin Lipa, penyanyi rock Albania.

“Ayah saya adalah seorang pemusik jadi saya selalu benar-benar diilhami olehnya dan tinggal di rumah musik yang benar-benar musikal,” katanya pada glamourmagzine.

Baca Juga : DUA LIPA, DARI PINTU KLUB MALAM KE PANGGUNG DUNIA (PART II)

“Itulah hal-hal yang benar-benar mengilhami saya dan saya merasa tidak mungkin mengalami hal seperti sekarang ini.

Orang tua saya banyak mendengarkan Bowie, Bob Dylan, Stereophonics and Sting – The Police, Radiohead,” ucap wanita tujuh tato di tubuhnya ini.

Dibalik itu semua, ketika masih bersama ayahnya dan duduk dibangku sekolah dasar, Lipa juga ternyata pernah diremehkan oleh gurunya.

Di mana ia mengatakan bahwa dirinya tidak bisa mencapai nada tinggi dan mustahil menjadi seorang penyanyi. Tentu saja anggapan guru tersebut salah besar.

Tapi berkat ungkapan guru tersebut, membuat Dua termotivasi seperti sekarang ini.

Berkat usahanya itu, Lipa memiliki sejarah yang baik, di mana ia menjadi wanita yang paling banyak dinomasikan di Inggris.

Baca Juga : Cerita Anne-Marie Sukses Berat Berkat Lagu Curhat (PART II)

Dia telah menerima lima nominasi termasuk Album Terbaik untuk album debutnya sendiri, Due Lipa.

Atas kesuksesnnya itu, Lipa pun memberikan genre musiknya sendiri. Menurutnya genre musik yang ia bawakan adalah “Dark Pop” di mana inspirasinya berawasal dari kesedihan dirinya sendiri.

“Sebagian besar inspirasi saya berasal dari kesedihan karena ini adalah emosi yang melekat di belakang pikiran saya.

Dan cara termudah untuk menyelesaikannya adalah melalui musik,” dia menjelaskan dalam sebuah wawancara.