DUA LIPA, DARI PINTU KLUB MALAM KE PANGGUNG DUNIA (PART II)

DUA LIPA, DARI PINTU KLUB MALAM KE PANGGUNG DUNIA (PART II) – Pada bulan November 2016, Sean Paul merilis single “No Lie” yang berduet dengan Lipa. Pada bulan Desember 2016.

Sebuah film dokumenter tentang Lipa diterbitkan oleh majalah Fader, yang berjudul “See in Blue”.

Pada bulan Januari 2017, Martin Garrix merilis single “Scared to Be Lonely” bersama Lipa.

Debut album studionya dirilis pada 2 Juni 2017. Single keenam dari album ini “New Rules”, merupakan single nomor satu Lipa pertama di Inggris.

Lagu ini juga menjadi lagu pertama di hampir dua tahun oleh seorang artis solo perempuan yang mencapai posisi puncak di Inggris, yang sebelumnya di isi oleh “Hello” milik Adele pada 2015.

Baca Juga : DUA LIPA, DARI PINTU KLUB MALAM KE PANGGUNG DUNIA (PART I)

Bekerja Sebagai Penjaga Pintu Klub

Dua Lipa adalah orang Albania. Orang tuanya adalah etnis Albania dari Pristina, ibu kota Kosovo. Seperti banyak orang Albania lainnya.

Orang tua Dua bermigrasi ke Barat, karena kekerasan dan penindasan di tahun 1990an. Tapi anak perempuan mereka lahir di London, Inggris.

Ketika Kosovo sudah aman, kala itu juga Lipa sudah berusia 11 tahun, dia pindah bersama keluarganya kembali ke Kosovo.

Selama di Kosovo inilah Lipa kerap meng-cover lagu-lagu lewat dunia maya, Youtube.

Kemudian, ketika usianya berinjak pada usia 16 tahun, Lipa meyakinkan orang tuanya untuk kembali ke London.

Karena dia ingin menjadi seorang penyanyi. Akhirnya tanpa memiliki saudara, ia sendiri berangkat kembali ke London.

Baca Juga : Latar Belakang Kehidupan Lady GaGa Wanita asal New York

Sebagai remaja mandiri, dia banyak bekerja untuk membayar tagihan. Kala itu, ia bekerja sebagai penjaga pintu klub malam.

“Saya bekerja di sebuah klub malam, dan itu adalah pekerjaan terburuk yang pernah saya lakukan.

Saya memiliki manajemer yang mengatur siapa saja yang bisa masuk, dan sampai suatau saat, di mana saya harus menolak teman saya sendiri.