Derrick Rose Seorang Poin Guard Legendaris (PART IX)

Derrick Rose Seorang Poin Guard Legendaris (PART IX) – Rose sendiri sangat senang saat itu, ia bahkan sampai menangis terharu karena megingat tentang perjalanan karirnya yang sulit.

Rose total bermain sebanyak 51 pertandingan di musim keduanya dengan Timberwolves ini, dan selama itu, ia berhasil mencatatkan rata-rata 18PPG; 2.7RPG; dan 4.3APG.

Setelah kontraknya dengan Timberwolves telah habis, pada bulan Juli 2019, Rose pun kemudian bergabung dengan tim lain, yaitu Detroit Pistons.

Baca Juga : Derrick Rose Seorang Poin Guard Legendaris (PART VIII)

Rose tetap tampil dengan bagus di tim barunya ini. Ia juga tampil konsisten di musim ini, salah satu contohnya adalah pencapaiannya mencetak 20 poin atau lebih pada 14 pertandingan secara berturut-turut.

Ia sebenarnya berpotensi melanjutkan streaknya tersebut, tapi cedera paha pada tanggal 2 Februari 2020 membuatnya tidak dapat bermain lama dan membuat streaknya tersebut putus.

Sampai video ini dibuat, pertandingan terakhirnya Rose di NBA adalah pada tanggal 1 Maret 2020 yang lalu, dimana saat itu Pistons berhadapan dengan Sacramento Kings.

Pada pertandingan tersebut, Rose harus keluar lebih awal karena ia mengalami sedikit cedera ankle pada kaki kanannya.

Saat ini, Rose masih bermain untuk tim Detroit Pistons, dan sejauh ini, selama bermain pada 50 pertandingan di musim 2019/2020, Rose berhasil mencatatkan rata-rata 18.1PPG; 2.4RPG, dan 5.6APG.

Baca Juga : Perjuangan Kakek Penjual Es Krim Orlando Keliling di Jalanan Surabaya (PART II)

Baiklah, itulah tadi biografi dari seorang poin guard legendaris, Derrick Rose. Seandainya ia tidak mengalami cedera ACL di tahun 2012 yang lalu, ia mungkin saja bisa menjadi seorang superstar dan bahkan menjadi salah satu point guard terhebat sepanjang masa…